• PONDOK PESANTREN NURUL HIKMAH WADAH NON-FORMAL UNTUK MENGHAFAL AL-QUR'AN DAN KAJIAN ILMU AGAMA ISLAM DI ATAS MADZHAB AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH ASY'ARIYYAH MATURIDIYYAH FIQIH SYAFI'IYYAH DAN TASAWUF RIFAIYYAH
Wednesday, 21 February 2024

Penjelasan Sifat Kalam Allah

Bagikan

Rp25,000.00

Ahlussunnah dalam masalah Kalam Allah ini berpendapat moderat. Mereka mengambil faham pertengahan antara dua faham sesat di atas. Pertengahan antara kaum Hasyawiyyah dan kaum Mu’tazilah. Oleh karenanya Ahlussunnah dikenal dengan sebutan al-Firqah al-Mu’tadilah (kelompok moderat). Mereka mengatakan bahwa Allah memiliki sifat Kalam yang Azaly (Qadim) dan Abady, bukan berupa huruf-huruf, bukan suara, dan bukan bahasa.

SKU: BHBS Categories: , , Tags: ,

Description

Ilmu Tauhid, dengan segala kajian dalil dari Al-Qur’an dan Hadits (Dala-il Naqliyyah) di dalamnya, yang dikuatkan dan dibenarkan dengan kesaksian argumen-argumen rasional (Barahin ‘Aqliyyah); dinamakan juga dengan Ilmu Kalam. Prihal sebab penamaan Ilmu ini dengan Ilmu Kalam terdapat beberapa pendapat. Satu pendapat menyebutkan bahwa dinamakan demikian adalah karena ada beberapa firqah yang mengaku Islam namun memiliki banyak perselisihan pendapat dengan Ahlussunnah hingga terjadi perang argumen (al-Kalam) antar mereka dalam menetapkan kebenaran.

Pendapat lain menyebutkan bahwa dinamakan Ilmu Kalam adalah karena perselisihan dan perbedaan mendasar antara Ahlussunnah dengan kelompok lainnya adalah dalam masalah Kalam Allah. Apakah Kalam Allah itu Qadim seperti yang ditegaskan oleh kaum Ahlussunnah? Ataukah Kalam Allah tersebut baharu seperti yang diyakini kaum Mu’tazilah? Ataukah Kalam Dzat Allah itu dalam bentuk huruf-huruf, suara, dan bahasa seperti yang diyakini kaum Hasyawiyyah?

Dalam masalah Kalam Allah ini setidaknya terdapat tiga firqah besar yang satu sama lainnya saling bertentangan. Pertama; kaum Hasyawiyyah, yaitu salah satu sub sekte firqah Musyabbihah; kaum sesat menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Mereka berkeyakinan bahwa Kalam Allah berupa huruf-huruf, suara dan bahasa. Bahkan sebagian mereka dengan sangat ekstrim mengatakan bahwa suara dari setiap bacaan kita terhadap Al-Qur’an, juga huruf-huruf yang tersusun di dalam Al-Qur’an itu sendiri adalah sesuatu Azaly dan Qadim; tidak memiliki permulaan. Keyakinan kaum Hasyawiyyah ini jelas tidak dapat diterima oleh akal sehat. Karena bila demikian maka berarti Allah serupa dengan makhluk-makhluk-Nya.

Kelompok lainnya yang juga ekstrim, seratus delapan puluh derajat berseberangan dengan kaum Hasyawiyyah, namun kelompok ini sama sesatnya dengan kaum Hasyawiyyah tersebut. Kelompok ini berpendapat bahwa Allah tidak memiliki sifat Kalam, juga tidak memiliki sifat-sifat lainnya. Menurut mereka Allah disebut “Mutakallim” adalah dalam pengertian bahwa Allah menciptakan sifat Kalam pada makhluk, seperti pada pohon misalkan atau lainnya. Kalam yang ada pada pohon itulah yang dimaksud Kalam Allah yang didengar oleh Nabi Musa. Kelompok ini sama sekali tidak meyakini bahwa Allah memiliki sifat Kalam dalam pengertian bahwa sifat Kalam tersebut tidak tetap dengan Dzat-Nya. Kelompok ini dinamakan dengan Mu’tazilah, juga disebut dengan Mu’ath-thilah; yaitu kelompok yang menginkari sifat-sifat Allah. Adapun Ahlussunnah dalam masalah Kalam Allah ini berpendapat moderat. Mereka mengambil faham pertengahan antara dua faham sesat di atas. Pertengahan antara kaum Hasyawiyyah dan kaum Mu’tazilah. Oleh karenanya Ahlussunnah dikenal dengan sebutan al-Firqah al-Mu’tadilah (kelompok moderat). Mereka mengatakan bahwa Allah memiliki sifat Kalam yang Azaly (Qadim) dan Abady, bukan berupa huruf-huruf, bukan suara, dan bukan bahasa.

Additional information

Dimensions 1 × 14 × 21 cm
SebelumnyaPenjelasan Nur MuhammadSesudahnyaAqidah Imam Empat Madzhab
No Comments

Tulis komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Admin
1
💬 Butuh info? Chat Admin aja!
Assalamu'alaikum Pondok Pesantren Nurul Hikmah!